![]() |
DISUSUN OLEH:
NAMA : HIDAYAT
NPM : 065110105
NAMA : HIDAYAT
NPM : 065110105
KLS : D
DOSEN : Prof.Drs.Ing Soewarto Hardhienata
Ass.Dosen : Endang Hanafiah / Alfi
DOSEN : Prof.Drs.Ing Soewarto Hardhienata
Ass.Dosen : Endang Hanafiah / Alfi
PROGRAM
STUDI ILMU KOMPUTER
FAKULTAS
MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS
PAKUAN
BOGOR
2012
KATA PENGANTAR
Puji dan Syukur Penulis Panjatkan ke Hadirat Tuhan Yang
Maha Esa karena berkat limpahan Rahmat dan Karunia-Nya sehingga penulis dapat
menyusun makalah ini tepat pada waktunya. Makalah ini membahas KEWIRAUSAHAAN, ETIKA WATAK DAN
ETIKA KEPRIBADIAN.
Dalam penyusunan makalah ini, penulis banyak mendapat
tantangan dan hambatan akan tetapi dengan bantuan dari berbagai pihak tantangan
itu bisa teratasi. Olehnya itu, penulis mengucapkan terima kasih yang
sebesar-besarnya kepada semua pihak yang telah membantu dalam penyusunan
makalah ini, semoga bantuannya mendapat balasan yang setimpal dari Tuhan Yang
Maha Esa.
Penulis menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari
kesempurnaan baik dari bentuk penyusunan maupun materinya. Kritik konstruktif
dari pembaca sangat penulis harapkan untuk penyempurnaan makalah selanjutnya.
Akhir kata semoga makalah ini dapat memberikan manfaat
kepada kita sekalian.
Bogor,12 April 2012
Hidayat
DAFTAR ISI
Cover
Tulisan
Ilmiyah............................................................................................1
Kata Pengantar........................................................................................................2
Daftar Isi.................................................................................................................3
Bab I Pendahuluan..................................................................................................4
Bab II Tinjauan Pustaka..........................................................................................5
Bab III Pembahasan................................................................................................7
3.1 Pengertian Kepribadian.......................................................................7
3.2 Etika Karakter......................................................................................9
3.3 Etika Dalam Bidang IT........................................................................9
3.4 Macam- Macam Etika........................................................................10
3.5 Etika Deskriptif ..................................................................................................................10
3.6 Etika Normatif...................................................................................11
3.7 Etika Dan Kepribadian......................................................................11
Bab IV Kesimpulan..............................................................................................14
Daftar Pustaka......................................................................................................15
Kata Pengantar........................................................................................................2
Daftar Isi.................................................................................................................3
Bab I Pendahuluan..................................................................................................4
Bab II Tinjauan Pustaka..........................................................................................5
Bab III Pembahasan................................................................................................7
3.1 Pengertian Kepribadian.......................................................................7
3.2 Etika Karakter......................................................................................9
3.3 Etika Dalam Bidang IT........................................................................9
3.4 Macam- Macam Etika........................................................................10
3.5 Etika Deskriptif ..................................................................................................................10
3.6 Etika Normatif...................................................................................11
3.7 Etika Dan Kepribadian......................................................................11
Bab IV Kesimpulan..............................................................................................14
Daftar Pustaka......................................................................................................15
BAB I
PENDAHULUAN
Wirausaha adalah seseorang pembuat
keputusan yang membantu terbentuknya
system ekonomi perusahaaan yang bebas. Karir kewirausahaan dapat mendukung
kesejahteraan masyarakat, menghasilkan imbalan financial yang nyata. Wirausaha di berbagai industry membantu perekonomian dengan menyediakan pekerjaan dan memproduksi barang dan jasa bagi konsumen dalam negeri maupun di luar negeri. Meskipun perusahaan raksasa menarik perhatian banyak publik akan tetapi bisnis kecil dan kegiatan kewirauasahaannya setidaknya memberikan andil nyata bagi kehidupan sosial dan perekonomian dunia.
system ekonomi perusahaaan yang bebas. Karir kewirausahaan dapat mendukung
kesejahteraan masyarakat, menghasilkan imbalan financial yang nyata. Wirausaha di berbagai industry membantu perekonomian dengan menyediakan pekerjaan dan memproduksi barang dan jasa bagi konsumen dalam negeri maupun di luar negeri. Meskipun perusahaan raksasa menarik perhatian banyak publik akan tetapi bisnis kecil dan kegiatan kewirauasahaannya setidaknya memberikan andil nyata bagi kehidupan sosial dan perekonomian dunia.
Kewirausahaan pada hakekatnya adalah sifat, ciri dan watak
seseorang yang memiliki kemauan dalam mewujudkan gagasan inovatif ke dalam
dunia nyata secara kreatif.
Etika tidak lain adalah aturan
prilaku, adat kebiasaanmanusia dalam pergaulan antara sesamanya dan
menegaskan mana yang benar dan mana yang buruk.
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
Banyak
para ahli yang memberikan perhatian dan mencurahkan penelitiannya untuk
mendeskripsikan penelitiannya mengenai tentang pola tingkah laku yang nantinya
merunut juga pada pola tingkah laku manusia sebagai bahan perbandingannya.
Pola-pola tingkah laku bagi semua Homo Sapiens hampir tidak ada, bahkan
bagi semua individu yang tergolong satu ras pun, tidak ada satu system pola
tingkah laku yang seragam. Sebabnya
tingkah laku Homo Sapiens tidak hanya
ditentukan oleh system organic biologinya saja, melainkan juga akal dan
pikirannya serta jiwanya, sehingga variasi pola tingkah laku Homo Sapiens sangat besar diversitasnya
dan unik bagi setiap manusia.
Dengan
pola tingkah laku dalam arti yang sangat khusus yang ditentukan oleh nalurinya,
dorongan-dorongan dan refleksnya.
Jadi “Kepribadian”
dalam konteks yang lebih mendalam adalah “susunan
unsur-unsur akal dan jiwa yang menentukan tingkah laku atau tindakan seorang
individu”.
•
Menurut
Martin (1993), “etika adalah tingkah
laku sebagai standart yang mengatur pergaulan manusia dalam kelompok sosial”.
•
Kewirausahaan adalah suatu nilai yang diwujudkan dalam
perilaku yang dijadikan sumber daya, tenaga penggerak, tujuan, siasat, kiat,
proses dan hasil bisnis (Ahmad Sanusi, 1994)
•
Kewirausahaan adalah suatu nilai yang dibutuhkan untuk
memulai sebuah usaha dan mengembangkan usaha (Soeharto Prawiro, 1997)
•
Kewirausahaan adalah suatu proses dalam mengerjakan
sesuatu yang baru (kreatif) dan berbeda (inovatif) yang bermanfaat dalam
memberikan nilai lebih.
•
Kewirausahaan adalah kemampuan untuk menciptakan
sesuatu yang baru dan berbeda (Drucker, 1959)
•
Kewirausahaan adalah suatu proses penerapan
kreatifitas dan keinovasian dalam memecahkan persoalan dan menemukan peluang
untuk memperbaiki kehidupan usaha (Zimmerer, 1996)
•
Kewirausahaan adalah usaha menciptakan nilai tambah
dengan jalan mengkombinasikan sumber-sumber melalui cara-cara baru dan berbeda
untuk memenangkan persaingan.
BABIII
PEMBAHASAN
PEMBAHASAN
Istilah kepribadian merupakan terjemahan dari
Bahasa Inggirs “personality”. Sedangkan istilah personality secara etimologis
berasal dari Bahasa latin “person” (kedok) dan “personare” (menembus). Persona
biasanya dipakai oleh para pemain sandiwara pada zaman kuno untuk memerankan
suatu bentuk tingkah laku dan karakter pribadi tertentu. Sedangkan yang
dimaksud dengan personare adalah bahwa para pemain sandiwara itu dengan melalui
kedoknya berusaha menembus keluar untuk mengekspresikan suatu bentuk gambaran manusia
tertentu. Misalnya: seorang pendiam, pemurung, periang, peramah, pemarah dan
sebagainya. Jadi, persona itu bukan pribadi pemain itu sendiri, tetapi gambaran
pribadi dari tipe manusia
tertentu dengan mealui kedok yang dipakainya. Lalu bagaimanakah para pakar psikologi
mendifinisikan kepribadian itu sendiri? Apakah aspek-aspek kepribadian itu?
Lalu bagaimana kepribadian itu berkembang?
3.1 Pengertian Kepribadian
Kepribadian itu memiliki banyak arti, bahkan
saking banyaknya boleh dikatakan jumlah definisi dan arti dari kepribadian
adalah sejumlah orang yang menafsirkannya. Hal ini terjadi karena adanya
perbedaan dalam penyusunan teori, penelitian dan pengukurannya.
MAY mengartikan keperibadian sebagai “Personalitiy is a social stimus value”. Artinya personality itu merupakan perangsang bagi orang lain. Jadi bagaimana orang lain bereaksi terhadap kita, itulah kepribadian kita.
MAY mengartikan keperibadian sebagai “Personalitiy is a social stimus value”. Artinya personality itu merupakan perangsang bagi orang lain. Jadi bagaimana orang lain bereaksi terhadap kita, itulah kepribadian kita.
MecDougal dan kawan-kawannya berpendapat, bahwa
kepribadian adalah “tingkatan sifat-sifat dimana biasanya sifat yang tinggi tingkatannya
mempunyai pengaruh yang menentukan”.
Sigmund Freud memandang kepribadian sebagai suatu struktur yang terdiri dari tiga sistem yaitu Id, Ego dan Superego. Dan tingkah laku, menurut Freud, tidak lain merupakan hasil dari konflik dan rekonsiliasi ketiga sistem kerpibadian tersebut.
Sedangkan Gordon W. Allport memberikan difinisi kepribadian sebagai berikut: “Kepribadian adalah organisasi dinamis dalam diri individu sebagai sistem praktis psikofisis yang menentukan caranya yang khas dalam menyesuaikan diri terhadap lingkungan”.
Dari difinisi tersebut ada beberapa unsur yang perlu dijelaskan, yaitu sebagai berikut:
Organisasi dinamis, maksudnya adalah bahwa kepribadian itu selalu berkembang dan berubah walaupun ada organisasi sistem yang mengikat dan menghubungkan sebagai komponen kepribadian.
Psikofisis, ini menunjukan bahwa kepribadian bukanlah semata-mata material fisik), tetapi merupakan perpaduan kerja antara aspek psikis dan fisik dalam kesatuan kepribadian.
Istilah menetukan, berarti bahwa kepribadian mengandung kecenderungan-kecenderungan menentukan (determinasi) yang memainkan peran aktif dalam tingkah laku individu. Kepribadian adalah sesuatu dalam melakukan sesuatu. Kepribadian terletak dibelakang perbuatan-perbuatan khusus dan di dalam individu. Dalam arti kepribadian itu bukan hanya ada selama ada orang lain bereaksi terhadapnya, tetapi lebih jauh dari itu mempunyai eksetensi real (keadan nayata), yang termasuk di dalamnya segi-segi neural dan fisiologis.
Sigmund Freud memandang kepribadian sebagai suatu struktur yang terdiri dari tiga sistem yaitu Id, Ego dan Superego. Dan tingkah laku, menurut Freud, tidak lain merupakan hasil dari konflik dan rekonsiliasi ketiga sistem kerpibadian tersebut.
Sedangkan Gordon W. Allport memberikan difinisi kepribadian sebagai berikut: “Kepribadian adalah organisasi dinamis dalam diri individu sebagai sistem praktis psikofisis yang menentukan caranya yang khas dalam menyesuaikan diri terhadap lingkungan”.
Dari difinisi tersebut ada beberapa unsur yang perlu dijelaskan, yaitu sebagai berikut:
Organisasi dinamis, maksudnya adalah bahwa kepribadian itu selalu berkembang dan berubah walaupun ada organisasi sistem yang mengikat dan menghubungkan sebagai komponen kepribadian.
Psikofisis, ini menunjukan bahwa kepribadian bukanlah semata-mata material fisik), tetapi merupakan perpaduan kerja antara aspek psikis dan fisik dalam kesatuan kepribadian.
Istilah menetukan, berarti bahwa kepribadian mengandung kecenderungan-kecenderungan menentukan (determinasi) yang memainkan peran aktif dalam tingkah laku individu. Kepribadian adalah sesuatu dalam melakukan sesuatu. Kepribadian terletak dibelakang perbuatan-perbuatan khusus dan di dalam individu. Dalam arti kepribadian itu bukan hanya ada selama ada orang lain bereaksi terhadapnya, tetapi lebih jauh dari itu mempunyai eksetensi real (keadan nayata), yang termasuk di dalamnya segi-segi neural dan fisiologis.
3.2 ETIKA KARAKTER
Adalah etika moral dalam karakter Anda dan karakter Anda hanyalah karakteristik mental dan moral. Etika adalah ilmu moral perilaku manusia. Sekarang, etika kepribadian adalah karakteristik khas atau kualitas dalam bahwa etika individual.Your karakter tidak khas sebagai kepribadian Anda. Ketika seseorang menjadi ciri khas Anda, mereka menggambarkan atau mendefinisikan karakter Anda.ketika beberapa mengacu pada kepribadian Anda, mereka berbicara tentang persona seluruh dan itu sifat khas.
3.3 Etika Dalam Bidang IT
Teknologi bisa menjadi pedang bermata dua. Satu
keuntungan besar dari sistem komputer
adalah kemudahan menganalisis, kemudahan mengirimkan, dan berbagai pakai informasi digital
dengan banyak user, namun pada saat yang sama kemampuan ini juga menciptakan peluang-peluang
baru untuk berlawanan dengan hukum yang berlaku atau merugikan orang lain disisi lain
perlindungan atas kerahasiaan pribadi dan hak milik intelektual sedang menjadi sorotan dan
wacana yang selalu mucul dan hilang begitu saja. Sebagai warga masyarakat yang
berkesadaran sosial, kita ingin melakukan apa yang benar secara moral,etika dan menurut
hukum. Salah satu contoh yang sering melanggar etika dalam bidang IT yaitu pengguna internet.
adalah kemudahan menganalisis, kemudahan mengirimkan, dan berbagai pakai informasi digital
dengan banyak user, namun pada saat yang sama kemampuan ini juga menciptakan peluang-peluang
baru untuk berlawanan dengan hukum yang berlaku atau merugikan orang lain disisi lain
perlindungan atas kerahasiaan pribadi dan hak milik intelektual sedang menjadi sorotan dan
wacana yang selalu mucul dan hilang begitu saja. Sebagai warga masyarakat yang
berkesadaran sosial, kita ingin melakukan apa yang benar secara moral,etika dan menurut
hukum. Salah satu contoh yang sering melanggar etika dalam bidang IT yaitu pengguna internet.
Adapun kode etik yang diharapkan bagi para pengguna internet adalah:
1. Menghindari dan tidak mempublikasi informasi yang secara langsung
berkaitan dengan masalah pornografi dan nudisme dalam segala bentuk.
2. Menghindari dan tidak mempublikasi informasi yang memiliki tendensi
menyinggung secara langsung dan negatif masalah suku, agama dan ras (SARA),
termasuk didalamnya usaha penghinaan, pelecehan, pendiskreditan, penyiksaan
serta segala bentuk pelanggaran hak atas perseorangan, kelompok/ lembaga/
institusi lain.
3. Menghindari dan tidak mempublikasikan informasi yang berisi instruksi
untuk melakukan perbuatan melawan hukum (ilegal) di Indonesia dan
ketentuan internasional umumnya.
4. Tidak menampilkan segala bentuk eksploitasi terhadap anak-anak dibawah
umur.
5. Tidak mempergunakan, mempublikasikan dan atau saling bertukar materi dan
informasi yang memiliki korelasi terhadap kegiatan pirating, hacking dan
cracking.
6. Bila mempergunakan script, program, tulisan, gambar/foto, animasi, suara
atau bentuk materi dan informasi lainnya yang bukan hasil karya sendiri harus
mencantumkan identitas sumber dan pemilik hak cipta bila ada dan bersedia untuk
melakukan pencabutan bila ada yang mengajukan keberatan serta bertanggung jawab
atas segala konsekuensi yang mungkin timbul karenanya.
7. Tidak berusaha atau melakukan serangan teknis terhadap produk,
sumberdaya (resource) dan peralatan yang dimiliki pihak lain.
8. Menghormati etika dan segala macam peraturan yang berlaku dimasyarakat
internet umumnya dan bertanggungjawab sepenuhnya terhadap segala muatan/ isi
situsnya.
9. Untuk kasus pelanggaran yang dilakukan oleh pengelola, anggota dapat melakukan
teguran secara langsung.
3.4 Macam- Macam Etika
Dalam
membahas Etika sebagai ilmu yang menyelidiki tentang tanggapankesusilaan atau
etis, yaitu sama halnya dengan berbicara moral
(mores).
Manusiadisebut
etis, ialah manusia secara utuh dan menyeluruh mampu memenuhi
hajathidupnya dalam rangka asas keseimbangan antara kepentingan pribadi
denganpihak
yang
lainnya,
antara rohani dengan jasmaninya, dan antara sebagai makhluk berdiri sendiri dengan penciptanya. Termasuk
di dalamnya membahas nilai-nilaiatau norma-norma yang dikaitkan dengan
etika, terdapat dua macam etika (Keraf:1991: 23), sebagai berikut:
3.5 Etika
Deskriptif
Etika
yang menelaah secara kritis dan rasional tentang sikap
dan perilakumanusia, serta apa yang dikejar oleh setiap orang dalam
hidupnya sebagaisesuatu yang bernilai. Artinya Etika deskriptif tersebut
berbicara mengenai faktasecara apa adanya, yakni mengenai nilai
dan perilaku manusia sebagai suatufakta yang terkait dengan situasi dan
realitas yang membudaya. Da-patdisimpulkan bahwa tentang kenyataan dalam
penghayatan nilai atau tanpa nilaidalam suatu masyarakat yang dikaitkan
dengan kondisi tertentu memungkinkanmanusia dapat bertindak secara etis.
3.6 Etika Normatif
Etika yang menetapkan berbagai sikap
dan perilaku yang ideal dan seharusnyadimiliki oleh manusia atau apa yang seharusnya dijalankan oleh manusia
dantindakan apa yang bernilai dalam hidup ini. Jadi Etika Normatif merupakan
norma-norma yang dapat menuntun agar manusia bertindak secara baik dan meng-hindarkan
hal-hal yang buruk, sesuai dengan kaidah atau norma
yang disepakatidan berlaku di masyarakat.
3.7 Etika Dan Kepribadian
Etika Watak mengajarkan bahwa kehidupan efektif berdasarkan prinsip-prinsip
yang benar, kesuksesan sejati, serta kebahagiaan yang langgeng, hanya bisa di
peroleh apabila prinsip-prinsip tersebut di jadikan bagian dari watak kita.
Sedangkan Etika Kepribadian mengajarkan bahwa suses adalah
sekedar fungsi dari citra atau popularitas kita di masyarakat.
Etika kepribadian menganggap keberhasilan lebih merupakan
suatu fungsi kepribadian, citra masyarakat, sikap dan perilaku, keterampilan
dan teknik, yang melicinkan proses interaksi manusia. pada dasarnya mengambil
dua jalan : 1 teknik menjalin hubungan manusia dan masyarakat, dan 2 sikap
mental positif. beberapa bagian lain dari pendekatan kepribadian jelas
manipulatif, seringkali menipu, mendoring orang menggunakan tenkik-tekni
tertentu untuk membuat orang lain menyukai mereka, atau berpura-pura tertarik
akan hobi orang lain untuk mendapatkan apa yang diinginkan dari orang tersebut,
atau untuk menggunakan “penampilan kekuasaan” atau masuk mengintimidasikan
jalan mereka dalam kehidupan. beberapa literatur menhatakan bahwa karakter
murupakan bahan keberhasilan, tetapi tidak menyadarinya bahwa ia merupkan hal
yang mendasar dan sebagai katalisator. Acuan etika karakter kadang hanya
dibibir saja, penggerak dasarnya adalah teknik mempengaruhi yang cepat,
strategi kekuasaan, keterampilan berkomunikasi, dan sikap positif.
Etika karakter mengajarkan bahwa terdapat prinsip-prinsip
dasar kehidupan yang efektif, dan bahwa orang hanya dapat mengalami
keberhasilan yang sejati dan kebahagiaan yang abadi jika mereka belajar dan
mengintegrasikan prinsip-prinsip tersebut kedalam dasar mereka. etika karakter
sebagai dasar dari kepribadian maka hal-hal seperti integritas, kerendahan
hati, kesetiaan ,pembatasan diri, keberanian, keadilan, kesabaran, kerajinan,
kesederhanaan, kesopanan, dan hukum utama (berbuatlah kepada orang lain seperti
apa yang kami kehendaki mereka perbuat kepadamu).
elemen2 dari etika kepribadian bukan tidak menguntungkan,
bahkan seringkali malah esensial untuk mencapai keberhasilan. tetapi semua ini
merupakan ciri sekunder bukan yang primer. benar2 tidak ada artinya betapun
hebat kepandaian bicara kita atau bahkan betapa baik tujuan nya jika hanya ada
sedikit atau tidak ada kepercayaan sama sekali, maka tidak adkan ada dasar untu
keberhasilan yang permanen. hanya keberhasilan yang mendasar yang dapat memberi
hidup pada suatu teknik. seperti menanam, bila dikerjakan tergesa-gesa sebanyak
mungkin menjelang panen lupa menanam padi pada musim sebelumnya, bermain
sepanjang musim panas dan mengharapkan hasil tuaian yang bagus? pertanian
merupakan sistem yang berkerja berdasarkan hukum alam. harga harus dibayar dan
proses harus diikuti. anda selalu menuai apa yang anda tabur, tidak ada jalan
pintas.
Dalam jangka pendek, dalam sistem artificial seperti sekolah,
anda mungkin dapat lulus juka mampu belajar memanipulasi peraturan buatan
manusia untuk memainkan permainan. dalam interaksi antar manusia yang singkat
saja dan sekali saja anda dapat menggunakan etika kepribadian untuk lulus dan
membuat kesan yang baik melalui pesona dan keahlian serta berpura-pura tertarik
pada hobi orang lain. anda dapat menggunakan teknik yang mudah dan cepat yang
mungkin berhasil dalam situasi jangka pendek. akan tetapi ciri sekunder saja
tidak mempunyai manfaat permanan dalam hubungan jangka panjang. akhirnya, jika
tidak ada integritas yang mendalam dan kekuatan karakter yang mendasar,
tantangan hidup malah akan menyebabkan motif2 yang sebenarnya muncul ke
permukaan dan kegagalan sebagai ganti keberhasilan jangka pendek tersebut.
Pada akhirnya siapa kita apa adanya berkomunikasi jauh lebih efektif dibandingkan cara apapun yang kita kerjakan atau katakan. kita semua mengetahuinya. ada orang yang kita percayai sepenuhnya karena kita mengetahui karakter mereka. Mereka memiliki teknik hubungan manusia atau tidak, kita tetap percaya pada mereka dan kita berkerja dengan berhasil bersama mereka.
Pada akhirnya siapa kita apa adanya berkomunikasi jauh lebih efektif dibandingkan cara apapun yang kita kerjakan atau katakan. kita semua mengetahuinya. ada orang yang kita percayai sepenuhnya karena kita mengetahui karakter mereka. Mereka memiliki teknik hubungan manusia atau tidak, kita tetap percaya pada mereka dan kita berkerja dengan berhasil bersama mereka.
BAB IV
KESIMPULAN
Dari
penjabaran saya bisa diambil kesimpulan bahwa, kepribadian manusia itu
terbentuk dari proses pembelajaran ataupun yang memang ada sejak lahir atau
berupa naluri dan dorongan yang bersifat alami.
Dan
kadang-kadang pembentukan pribadi seseorang ada juga yang berdasarkan pengalaman
dimasa kanak-kanak, yang mana adanya pola pengasuhan oleh orang tua serta
naluri alami yang memang memberikan respon ketika mengalami dan mempelajari
sesuatu.
Sebagaimana
unsur-unsur pengetahuan yang terdapat dalam pembentukan kepribadian manusia,
yang dihimpun menjadi satu, juag tidak berasal dari naluri saja, tetapi juga
pembelajaran. Karena dalam alam bawah sadar manusia berbagai pengetahuan larut
dan terpecah-pecah menjadi bagian-bagian yang seringkali tercampur aduk tidak
teratur.
DAFTAR PUSTAKA

Tidak ada komentar:
Posting Komentar